Wednesday, April 10, 2013

saat bossy kurang kerjaan

gw tertawa stress di kantor karena ulah bossy. entah ada apa dengan kondisi bossy sampai dia membuat gw seperti itu.


revisi 'right now'
ceritanya si bossy minta print update-an produk apa aja yang sudah dan akan gw kerjain, sebenernya ini update-an dari bigboss karena beliau yang nentuin mau impor produk apa aja. saat itu gw lagi ngerjain deadline dari bossy, jadi ketika bossy minta print, yaaa gw print aja. bossy yang kurang kerjaan menemukan kesalahan, yaitu judul satu kolom dari file tersebut.
fyi: file yang di print berupa tabel, & catet yaa: bossy minta revisi karena judul 1 kolom salah.
sebenernya itu bukan masalah besar, gw rasa semua orang akan langsung liat isi kolom, bukan judulnya. kalaupun dirasa bermasalah bisa direvisi nanti karena alasan dia minta direvisi adalah "nanti kalo diliat orang lain jadi masalah ni, nanti disangkanya kita gaptek, kaya gini aja salah". gw merasa prihatin ama bigboss yang dihina-dina ama bossy. :p
bossy minta revisi saat itu juga sampai-sampai duduk di sebelah gw, mantengin gw ngerjain apa yang dia suruh, berasa file itu bakal langsung dibawa ke rapat kenegaraan. setelah direvisi, gw nanya "mau di print lagi bos?", dan dijawab dengan "ngga, ga usah" sambil balik ke mejanya.
*gw hanya diam (%#!$@!*&(*^)


semua produk pasti akan di benerin
bossy yang lagi kurang kerjaan nanya detail progress produk yang sedang gw kerjain, bossy merasa bigboss perlu banget produk ini sehingga ingin gw cepat menyelesaikan urusan administrasi ke pemerintah. so gw jelasin panjang lebar, yang menjadi masalah adalah kita bertindak sebagai perantara antara supplier dan pemerintah. gw lapor apa aja yang diminta pemerintah, beralasan kerjaan agak terhambat karena harus memberi tahu/meminta persetujuan supplier sebelum melangkah lagi. tapi bossy beda pemikiran, dengan suara lantang bilang "semua produk memang nantinya akan dibenerin lagi ni", maksud perkataannya disini adalah kita penuhi permintaan pemerintah, setelah itu beri tahu supplier, dan kalo supplier tidak setuju atau ada sesuatu yang lain, maka kita benerin dan pergi ke pemerintah lagi. ribet kan?? 
fyi: seluruh produk yang sebelumnya sudah didaftar memang dibenerin, tapi yang ini kan sedang didaftarkan. -___-
setelah itu bossy masih ngomong panjang lebar yang gw jawab seadanya, sampai akhirnya dia menyadari waktu yang dibutuhkan antara menunggu persetujuan supplier lebih singkat daripada kerja dua kali.
*gw bernyanyi dalam hati "nanananana..."

produk ini bukan krim
kali ini bossy bertanya "ada yang mau kamu laporin lagi ga ni?". so, gw inget-inget lagi ada hambatan apa, karena memang yang diminta bossy (bahkan diminta bigboss) adalah memberitahu ada hambatan apa aja. gw ingat ada produk zaitun berbentuk krim yang memerlukan ijin khusus, sedangkan ijin khusus yang sudah dikeluarkan hanya untuk beberapa kategori/produk saja, dan produk krim rasanya tidak termasuk di dalamnya. maksud gw memberi tahu hal itu adalah hanya ingin dia tahu hambatannya, sehingga dia bisa mengerti kalo nanti memakan waktu yang lama untuk dikerjain.
eng..ing..eng.. saat itulah bossy yang kurang kerjaan buka-buka kitab kategori (buku setebal 3.5 cm), dan mencari tahu krim yang dibicarakan ini masuk kategori produk apa. gw yang lagi ngerjain deadline ga selesai-selesai, cuek bebek dia mau ngapain (tetep aja sih dia nyuruh/nanya gw tanggepin). bossy sempat liat proses produksi, yang dirasa bukan proses produksi suatu produk berbentuk krim. di akhir pencariannya, dia bilang ke gw "ni, nanti kamu konsultasi yaa, produk ini masuk kategori sayur asin, sayur dalam kemasan, atau pikel".
*gw senyum-senyum sendiri, hampir meledak tertawa

cukup bertanya, ngapain susah-susah
sebenarnya ini dialami oleh teman: ceritanya bossy sedang menunggu email, email divisi gw itu atas nama bossy untuk dipakai bersama (malah pake outlook di komputer si temen). saat itu bossy ke meja temen dan sudah berdiri di depan komputer temen, sedangkan temen sedang berdiri menghadap arah lain, sibuk dengan kerjaannya. tetep aja bossy bertanya "email dari si A udah ada belum? apa katanya?", padahal si temen udah jawab "udah bos, liat aja", bossy keukeuh "kan kamu udah liat emailnya, kamu aja kasih tau apa isinya".
*gw tertawa sendiri, ups

suka penasaran, mau tauuu aja
bossy nyuruh email ke satu supplier, sebelumnya gw memang merencanakan email-emailan ama beberapa supplier, jadi gw udah bikin list di selembar kertas siapa aja yang mau di email & apa isinya. selesai kirim email, bossy liat gw balik ke meja membawa kertas.
bossy: tanpa ba-bi-bu ambil kertas catatan gw sambil nanya "udah dikirim ni?"
gw: "udah"
bossy: masih pegang/membaca kertas "mana? mana ni? udah kirim?"
gw: berpikir bossy lagi mengigau "email kan bos? udah, di email" sambil mengangguk ke komputer temen
bossy: bilang "oh iya" sambil lalu, dan masih pegang/baca kertas
gw: bete, bilang "udah belum bos kertasnya?" sambil tengadah tangan. untung dikasih
bossy: sepertinya ke meja temen untuk liat email
*gw udah lari ke toilet

bayangkan kejadian-kejadian tersebut dialami dalam 1 hari. @__@

No comments:

Post a Comment