revisi 'right now'
ceritanya si bossy minta print update-an produk apa aja yang sudah
dan akan gw kerjain, sebenernya ini update-an dari bigboss karena beliau yang
nentuin mau impor produk apa aja. saat itu gw lagi ngerjain deadline dari
bossy, jadi ketika bossy minta print, yaaa gw print aja. bossy yang kurang
kerjaan menemukan kesalahan, yaitu judul satu
kolom dari file tersebut.
fyi: file yang di print berupa tabel, & catet yaa:
bossy minta revisi karena judul 1 kolom salah.
sebenernya
itu bukan masalah besar, gw rasa semua orang akan langsung liat isi kolom,
bukan judulnya. kalaupun dirasa bermasalah bisa direvisi nanti karena alasan
dia minta direvisi adalah "nanti kalo diliat orang lain jadi masalah ni,
nanti disangkanya kita gaptek, kaya gini aja salah". gw merasa prihatin
ama bigboss yang dihina-dina ama bossy. :p
bossy
minta revisi saat itu juga sampai-sampai duduk di sebelah gw, mantengin gw
ngerjain apa yang dia suruh, berasa file itu bakal langsung dibawa ke rapat
kenegaraan. setelah direvisi, gw nanya "mau di print lagi bos?", dan
dijawab dengan "ngga, ga usah" sambil balik ke mejanya.
*gw hanya diam (%#!$@!*&(*^)
semua produk pasti akan di benerin
bossy yang lagi kurang kerjaan nanya detail progress produk yang
sedang gw kerjain, bossy merasa bigboss perlu banget produk ini sehingga ingin
gw cepat menyelesaikan urusan administrasi ke pemerintah. so gw jelasin panjang
lebar, yang menjadi masalah adalah kita
bertindak sebagai perantara antara supplier dan pemerintah. gw lapor apa aja
yang diminta pemerintah, beralasan kerjaan agak terhambat karena harus memberi
tahu/meminta persetujuan supplier sebelum melangkah lagi. tapi bossy beda
pemikiran, dengan suara lantang bilang "semua produk memang nantinya akan
dibenerin lagi ni", maksud perkataannya disini adalah kita penuhi
permintaan pemerintah, setelah itu beri tahu supplier, dan kalo supplier tidak
setuju atau ada sesuatu yang lain, maka kita benerin dan pergi ke pemerintah
lagi. ribet kan??
fyi:
seluruh produk yang sebelumnya sudah didaftar memang dibenerin, tapi
yang ini kan sedang didaftarkan. -___-
setelah
itu bossy masih ngomong panjang lebar yang gw jawab seadanya, sampai akhirnya
dia menyadari waktu yang dibutuhkan antara menunggu persetujuan supplier lebih
singkat daripada kerja dua kali.
*gw
bernyanyi dalam hati "nanananana..."
produk ini bukan krim
kali
ini bossy bertanya "ada yang mau kamu laporin lagi ga ni?". so, gw
inget-inget lagi ada hambatan apa, karena memang yang diminta bossy (bahkan
diminta bigboss) adalah memberitahu ada hambatan apa aja. gw ingat ada produk
zaitun berbentuk krim yang memerlukan ijin khusus, sedangkan ijin khusus yang
sudah dikeluarkan hanya untuk beberapa kategori/produk saja, dan produk krim
rasanya tidak termasuk di dalamnya. maksud gw memberi tahu hal itu adalah hanya
ingin dia tahu hambatannya, sehingga dia bisa mengerti kalo nanti memakan waktu
yang lama untuk dikerjain.
eng..ing..eng..
saat itulah bossy yang kurang kerjaan buka-buka kitab kategori (buku setebal
3.5 cm), dan mencari tahu krim yang dibicarakan ini masuk kategori produk apa.
gw yang lagi ngerjain deadline ga selesai-selesai, cuek bebek dia mau ngapain
(tetep aja sih dia nyuruh/nanya gw tanggepin). bossy sempat liat proses
produksi, yang dirasa bukan proses produksi suatu produk berbentuk krim. di
akhir pencariannya, dia bilang ke gw "ni, nanti kamu konsultasi yaa,
produk ini masuk kategori sayur asin, sayur dalam kemasan, atau pikel".
*gw
senyum-senyum sendiri, hampir meledak tertawa
cukup bertanya, ngapain susah-susah
sebenarnya
ini dialami oleh teman: ceritanya bossy sedang menunggu email, email divisi gw itu
atas nama bossy untuk dipakai bersama (malah pake outlook di komputer si
temen). saat itu bossy ke meja temen dan
sudah berdiri di depan komputer temen, sedangkan temen sedang berdiri menghadap
arah lain, sibuk dengan kerjaannya. tetep aja bossy bertanya "email dari
si A udah ada belum? apa katanya?", padahal si temen udah jawab "udah
bos, liat aja", bossy keukeuh "kan kamu udah liat emailnya, kamu aja
kasih tau apa isinya".
*gw
tertawa sendiri, ups
suka penasaran, mau tauuu aja
bossy nyuruh email ke satu supplier, sebelumnya gw memang merencanakan
email-emailan ama beberapa supplier, jadi gw udah bikin list di selembar kertas siapa
aja yang mau di email & apa isinya. selesai kirim email, bossy liat gw
balik ke meja membawa kertas.
bossy:
tanpa ba-bi-bu ambil kertas catatan gw sambil nanya "udah dikirim
ni?"
gw:
"udah"
bossy:
masih pegang/membaca kertas "mana? mana ni? udah kirim?"
gw:
berpikir bossy lagi mengigau "email kan bos? udah, di email" sambil
mengangguk ke komputer temen
bossy:
bilang "oh iya" sambil lalu, dan masih pegang/baca kertas
gw:
bete, bilang "udah belum bos kertasnya?" sambil tengadah tangan.
untung dikasih
bossy:
sepertinya ke meja temen untuk liat email
*gw
udah lari ke toilet
No comments:
Post a Comment